Perkembangan teknologi pada zaman sekarang ini sudah semakin pesat atau yang sering disebut dengan “Era Millenial, pemasaran pariwisata yang dulunya cukup memanfaatkan media cetak dan elektronik belum dapat menjangkau publik secara luas. Istilah “Era Millenial” bisa dikatakan periode keemasan generasi millenial, memang sudah akrab kita dengar. Istilah tersebut berasal dari ‘Millenials’ yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya.Milenial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Pada generasi millenial, teknologi merupakan salah sutu kebutuhan penting manusia pada zaman sekarang ini. Teknologi merupakan alat yang mampu membantu sebagian besar kegiatan manusia. Semakin berkembangnya zaman semakin canggih juga teknologi yang dihasilkan.
Internet merupakan salah satu pengembangan teknologi pada zaman sekarang ini. Internet merupakan perwujudan teknologi komunikasi masa kini yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi dan komunikasi. Hal ini semakin mempermudah atau membantu manusia dalam menyelesaikan suatu kegiatan maupun pekerjaan sehari – hari. Salah satu kemajuan atau perkembangan teknologi tersebut adalah travel digital. Travel digital adalah suatu sistem yang dapat mempermudah untuk mencari informasi mengenai perjalanan pariwisata melalui internet, seperti : tiket pesawat, tiket kereta api, tiket wahana wisata, akomodasi, tempat wisata, dan bahkan dapat memesan suatu restoran. Travel digital menjadi sumber informasi perjalanan pertama di dunia yang menyediakan penghubung antara penyedia layanan wisata (supplier) kepada konsumen atau wisatawan. Tindakan ini menyebabkan terjadinya disintermediasi besar-besaran karena pasar pariwisata lambat laun menyadari bahwa konsumen tidak perlu membuang waktu, uang, dan tenaga membuka banyak website, melakukan komunikasi ke setiap supplier, dan membandingkan harga sebelum memutuskan pembelian.
Transformasi penggunaan internet di beberapa negara untuk pariwisata dapat menggantikan peran perantara jasa pariwisata. Hal ini menyebabkan calon wisatawan/wisatawan dapat memperoleh informasi dengan cepat. Sehingga Calon wisatawan/wisatawan dapat berhubungan langsung dengan penyelenggara pariwisata sehingga lebih efisien atau menghemat waktu dan biaya. Di indonesia sudah mulai menerapkan travel digital. Menteri Pariwisata Republik Indonesia yang menjabat dari 27 Oktober 2014 pada Kabinet Kerja Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo yaitu Bapak Dr. Ir. .Arief Yahya, M.Sc.menjelaskan bahwa tren saat ini baik personal, mobile dan interactive sudah serba digital. Penggunaan teknologi digital ini dianggap empat kali lebih efektif dibandingkan media konvensional. Arief yahya berkata bahwa Di tengah timbulnya disruption di banyak industri, Menpar Arief Yahya menyebut 3T yakniTelecommunication, Transportation, serta yang sedang dan akan terjadi, di Tourism. Karena industri pariwisata, cepat atau lambat akan menghadapi perubahan yang revolusioner, mau tidak mau, suka tidak suka, industri pariwisata harus mengikuti perubahan konsumen.Teknologi digital pada pariwisata digunakan untuk memudahkan wisatawan dalam melakukan seamless customer experience dalam mencari (look), memesan (book), dan membayar (pay) layanan wisata.
Apabila travel agent yang masih bersifat konvensional atau tidak bisa mengikuti perubahan dan perkembangan zaman, dikhawatirkan akan bernasib sama seperti wartel (warung telekomunikasi), menghilang dengan sendirinya. Travel agent konvensional akan sulit bersaing dengan online travel agent. Travel agent yang populer di Indonesia saat ini, yaitu :
- Traveloka

2. Booking.com

3. tiket.com

4. Airbnb

5. Trip Advisor

Pengelola layanan wisata dapat membuat website pariwisata yang inovatif dan interaktif sehingga dapat menarik visitor. Pelaku usaha dapat bekerjasama memasarkan destinasi dan industri jasa pariwisata.
Di dalam travel digital terdapat kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari Travel Digital ini, yaitu mampu menawarkan berbagai produk dan jasa pariwisata, mulai dari akomodasi, paket wisata, dan event-event tertentu, Pemanfaatan internet dalam pemasaran pariwisata efektif karena sifatnya low budget high impact, mampu meningkatkan peluang ekonomi bagi daerah sekitar tempat wisata, mempermudah untuk mengakses informasi mengenai pariwisata, kemudahan cek dan pesan tiket pesawat, hemat biaya dan hemat waktu. Selain itu, kekurangan dari travel digital ini, yaitu membutuhkan akses internet yang stabil, dan hanya dapat digunakan pada konsumen yang memiliki laptop dan smartphone. ��r�[ ]�s